Friday, 24 November 2017 - Buka jam 09.00 s/d jam 20.00 , Minggu libur
Home » Uncategorized » ” Tak Perlu Putus Asa “
Keranjang Belanja Anda
Jumlah Barang : pcs
Jumlah Nama Barang Total
0 Rp 0,00
keranjang anda kosong

* Klik tombol di bawah ini untuk menyelesaikan pemesanan.

” Tak Perlu Putus Asa “

1 September , 2014 , Category : Uncategorized

” Tak Perlu Putus Asa ”

Penulis : Abdul Kahar Kongah

Anda mungkin pernah mendengar cerita tentang seorang kakek kerempeng yang dengan hanya sekali pukul, sebongkah batu besar hancur berkeping-keping. Padahal sebelumnya seorang anak muda kekar, kuat dan sehat telah mengayunkan palu godam berkali-kali denga sekuat tenaga, namun batu tersebut tidak berubah bentuk. Hal ini membuat si anak muda terkagum-kagum dan menganggap si kakek punya ilmu olah kanuragan dan sakti mandraguna. Dengan penasaran anak muda tersebut bertanya, “Kakek, kesaktian apa yang kakek miliki sehingga hanya dengan sekali hantam, batu besar ini menjadi hancur. Padahal saya sudah memukulnya puluhan kali bahkan mungkin ratusan sekali, tapi tetap saja batu tersebut tidak pecah. Akhirnya saya putus asa dan menghentikan usaha saya?” “Nothing special!” Kata si Kakek acuh tak acuh. Si Anak muda semakin terkagum-kagum. Ternyata selain sakti, sang kakek juga jago bahasa Inggris. “Katakanlah,” Lanjut si Kakek, “Misalnya, untuk menghancurkan batu ini kita perlu memberikan 1000 pukulan. Itu artinya, engkau telah memukul batu tersebut sebanyak 999 kali. Dan kau, tanpa kau sadari, telah memberikan kesempatan kepadaku untuk memberikan 1 kali pukulan pamungkas hingga batu itu hancur berkeping-keping. Bukan begitu anak muda?” Kata si Kakek sambil mengelus janggutnya yang tak seberapa. Anak muda tersebut mengangguk-angguk tanda setuju. Kisah di atas hanya kisah rekaan yang memberi teladan agar kita tidak mudah berputus asa. Kita biarkan saja anak muda yang sedang mengalami pencerahan dan terus mengangguk-angguk itu.

Ternyata kejadian yang sama juga terjadi di dunia nyata meskit tak ada hubungannya dengan memecah batu. Pak Vincent (sebut saja namanya begitu; tapi memang begitulah namanya), merasa lega dan seolah merasa seperti terbebas. Buku yang siang malam ia tulis disela kesibukannya sehari-hari telah rampung. Selanjutnya akan ia kirimkan ke penerbit untuk diterbitkan. Namun kenyataan tak seperti yang diharapkan. Penerbit menolak menerbitkan bukunya. Empat belas perusahaan yang ia sambangi menutup pintu untuk bukunya. Ia merasa kecewa. Hasil karyanya sama sekali tak dihargai. Hal ini membuat ia berfikir bahwa apa yang telah ia tulis memang tak punya arti sama sekali. Dengan rasa putus asa, ia campakkan naskah itu ke tempat sampah sambil berkata seolah pada diriku sendiri, “Cita-citaku tak akan pernah tercapai!” Melihat hal itu, Ruth, istrinya menjadi sedih. Ia pungut kembali naskah tersebut, tak rela bila ‘cita-cita’ suaminya hanya berakhir di tong sampah. Namun Pak Vincent menjadi marah dan mengatakan, “Jangan ambil itu dari tempat sampah, buku itu tak akan pernah dicetak.!” Namun diam-diam Ruth memungut ‘sampah’ itu dan mengirimkankan ke suatu penertbit. Ternyata diterima. Hasilnya luar biasa, fenomenal bahkan sulit dibayangkan. Buku Pak Vincent menjadi best seller di Amerika serikat selama setahun penuh sejak ia diterbitkan. Terjual lebih dari 20 juta copy dan diterjemahkan dalam 41 bahasa. Bukan itu saja dan ini yang terpenting, buku tersebut telah merubah jutaan orang dan beliau dinobatkan menjadi Bapak Berfikir Positif. Ya, anda benar. Beliau adalah Dr. Norman Vincent Peale dan buku yang sempat menghuni tong sampah itu berjudul The Power of Positive Thinking. Ternyata benar kata orang sebelah, dibalik kesuksesan suami, ada istri yang hebat dibelakangnya.

” Belajar dari Semur Jengkol “

19 November , 2014 , Kategori : Uncategorized
” Belajar dari Semur Jengkol “

“Belajar Dari Semur Jengkol” Seorang istri (sebut saja Nur) mengeluhkan betapa pelitnya tetangga di seberang rumah. Kemarin Nur mencium aroma sedap semur jengkol yang sedang dimasak si tetangga sehingga terbitlah selera untuk mencicipi dan meminta barang sedikit semur jengkol... baca selengkapnya

” Celana Jeans Merk ‘Abdul Kahar Kongah “

19 November , 2014 , Kategori : Uncategorized
” Celana Jeans Merk ‘Abdul Kahar Kongah “

” Celana Jeans Merk ‘Abdul Kahar Kongah “ Apa tanggapan anda jika seandainya saya ingin memproduksi celana jeans dengan merk ‘Abdul Kahar Kongah’? Besar kemungkinan anda tidak setuju. Dan kalau saya tanyakan mengapa, toh Levi strauss menggunakan namanya untuk... baca selengkapnya

” Keinginan Yang Tak Pernah Puas “

1 September , 2014 , Kategori : Uncategorized
” Keinginan Yang Tak Pernah Puas “

” Keinginan Yang Tak Pernah Puas “ Penulis : Abdul Kahar Kongah Pak Sugih bisa dibilang orang kaya dan terpandang di desanya.Tapi mungkin ia merasa belum puas denga napa yang ia miliki sekarang. Belakangan ini ia tampak gelisah dan... baca selengkapnya

” Tak Perlu Putus Asa “

1 September , 2014 , Kategori : Uncategorized
” Tak Perlu Putus Asa “

” Tak Perlu Putus Asa ” Penulis : Abdul Kahar Kongah Anda mungkin pernah mendengar cerita tentang seorang kakek kerempeng yang dengan hanya sekali pukul, sebongkah batu besar hancur berkeping-keping. Padahal sebelumnya seorang anak muda kekar, kuat dan sehat... baca selengkapnya

” Ketika Anak Terlihat Berbeda “

30 April , 2014 , Kategori : Uncategorized
” Ketika Anak Terlihat Berbeda “

” Ketika Anak Terlihat Berbeda “ Penulis : Abdul Kahar Kongah Ketika guru sekolah Al menyerah dan menyebutnya anak dungu dan selalu bertanya yang aneh-aneh, ibunya marah dan berkata pada guru tersebut: “He’s bright boy and obviously too intelligent... baca selengkapnya

Statistik Website

Flag Counter